NADIKABAR.COM — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjalankan sejumlah langkah agar kekayaan alam Indonesia memberi manfaat lebih besar bagi negara dan masyarakat, termasuk mendorong penataan produksi, pengetatan perizinan, dan percepatan hilirisasi mineral.
Pembenahan sektor mineral dan batu bara (minerba) itu diarahkan untuk memperkuat industri dalam negeri, serta merespons persaingan global dan tekanan harga komoditas.
"Sekarang kita ingin mengubah paradigma pengelolaan tambang. Jangan hanya mengejar berapa banyak yang kita produksi, tetapi juga berapa besar nilai tambah yang kita hasilkan dan sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya," kata Bahlil dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (29/10).
Melalui hilirisasi, Bahlil menginginkan hasil tambang menjadi penggerak industri nasional. Daerah penghasil juga diharapkan memperoleh manfaat lebih besar dari pengolahan sumber daya tersebut.