"Atas dasar itu, maka dengan Perpres ini, alhamdulillah saya dengan Pak Dirut Pertamina, Pak Simon, dan Dirut Pertamina Patra Niaga, Pak Ega, akan lebih leluasa untuk mencari negara-negara mana aja yang bisa kita kembangkan," terang Bahlil.

Adapun dalam kesempatan itu, Bahlil menyampaikan saat ini Indonesia masih melakukan impor minyak mentah. Namun impor tersebut kini tidak lagi melakukan berasal negara Timur Tengah. Pemerintah, kata Bahlil, tengah mencari negara-negara yang bisa melakukan impor minyak mentah ke Indonesia.

"Yang kedua adalah LPG kita, masih kita 80% kita impor yaitu dari Amerika. Dan untuk solar, kita sudah tidak melakukan impor. Tapi untuk Pertalite, khususnya untuk RON 90 dan beberapa RON 95 maupun RON 98 dan 92, sebagian kita masih melakukan impor," pungkas Bahlil.