"Jadi ini kita tetap akan lakukan. Modelnya aja yang kita akan dorong, sekaligus fleksibilitas dalam rangka negosiasi terhadap bagian swasta maupun bagian pemerintah, baik cost recovery ataupun bentuk lainnya yang bisa sama-sama menguntungkan," jelas Bahlil.
Ketika ditanya lagi apa yang menjadi pembeda BUK Migas dan SKK Migas, Bahlil tetap tak mau menjawab jelas. Dia kembali bilang BUK Migas akan berada di bawah Presiden langsung tanggung jawabnya.
"Saya belum bisa menjawab sampai ke sana, tapi saya katakan bahwa ini Badan Usaha Khusus ini akan berada dan di bawah langsung tanggung jawabnya Bapak Presiden," tutur Bahlil.