Barang mudah rusak, farmasi, komponen produksi kritis, elektronik bernilai tinggi, dan kiriman ekspres perlu mendapatkan prioritas. Pengiriman domestik dapat dialihkan ke moda darat, kereta api, laut, atau jaringan multimoda.
Dalam jangka panjang, perusahaan perlu membangun rencana kontinuitas bisnis berdasarkan beberapa skenario durasi gangguan, menetapkan bandara dan moda alternatif, serta memiliki kontrak kapasitas cadangan dengan penyedia jasa logistik.
"Importir perlu menyesuaikan persediaan pengaman untuk bahan baku kritis, sedangkan eksportir perlu menyiapkan gudang dan fasilitas rantai dingin alternatif," papar Setijadi.
Pemerintah juga diminta menyusun protokol logistik kebencanaan lintas-instansi agar gangguan penerbangan akibat erupsi tidak berkembang menjadi gangguan rantai pasok dan produksi yang lebih luas.