Barclays menyatakan sekitar 60 persen dari posisi yang terdampak PHK berada di fungsi pendukung, termasuk pengembang atau developer.
Langkah tersebut menambah kekhawatiran mengenai dampak AI terhadap lapangan kerja di sektor perbankan. Sejumlah bank lain seperti HSBC, Standard Chartered, dan Danske Bank juga telah mengungkap rencana pengurangan pekerjaan yang berkaitan dengan penggunaan AI pada tahun ini.
Analis investasi AJ Bell Russ Mould mengatakan AI kini menjadi perhatian besar bagi industri perbankan. Namun, menurutnya, bank belum sepenuhnya menerapkan AI secara luas karena masih harus mempertimbangkan aspek keamanan dan pelayanan nasabah.
"Ini adalah topik yang sangat diperhatikan," kata Mould.
Ia mengatakan perusahaan pada dasarnya perlu terus mengendalikan biaya operasionalnya.
"Perusahaan mana pun, kapan pun, perlu menjaga agar basis biayanya tetap terkendali," ujarnya.
Serikat pekerja Unite yang mewakili pekerja sektor perbankan Inggris menilai Barclays menggunakan AI sebagai alasan untuk mengurangi tenaga kerjanya.
Sekretaris Jenderal Unite Sharon Graham mengatakan Barclays seharusnya lebih berfokus pada peningkatan keterampilan karyawan agar mereka tetap dapat bekerja ketika teknologi baru mengubah dunia kerja.