NADIKABAR.COM — Bank asal Inggris, Barclays bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 5.000 karyawan seiring peningkatan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses bisnisnya.

Melansir BBC, Kamis (22/10), sekitar 1.000 posisi telah ditutup dan Barclays memperkirakan 4.000 posisi lainnya akan dikurangi hingga akhir tahun ini. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 5 persen dari total tenaga kerja global bank asal Inggris tersebut.

Pemangkasan karyawan terutama akan dilakukan pada unit perbankan ritel Barclays di Inggris. Namun, sebagian fungsi pendukung untuk bisnis Inggris dijalankan di India sehingga sebagian besar PHK diperkirakan terjadi di negara tersebut.

Barclays menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari program modernisasi yang telah berjalan. Bank mengatakan penggunaan AI menjadi salah satu bagian dari strategi tersebut, meski tidak seluruh pengurangan tenaga kerja disebabkan oleh teknologi AI.

CEO Barclays Group CS Venkatakrishnan mengatakan perusahaan tengah melakukan investasi besar pada teknologi untuk menyederhanakan sekaligus meningkatkan operasional bisnis.

"AI memiliki peran penting dan mungkin akan memiliki peran yang lebih penting di masa depan. Kami akan menggunakan AI dalam skala besar," kata Venkatakrishnan.

Meskipun begitu, ia menegaskan AI bukan satu-satunya faktor di balik pengurangan karyawan Barclays.

"AI adalah lapisan gula di atas kue, bukan kuenya. Karena Anda perlu membangun infrastrukturnya untuk mendapatkan manfaat dari AI," ujarnya.