NADIKABAR.COM — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap temuan berbahaya terkait peredaran beras fortifikasi yang tidak sesuai standar mutu serta kandungan gizi. Berdasarkan hasil uji laboratorium, produk beras tersebut terbukti mengandung zinc yang melebihi batas aman.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas RI, Hermawan menjelaskan, konsumsi normal zinc semestinya dibatasi sekitar 40 miligram per hari. Namun, pengujian laboratorium mendapati kadar zinc pada sampel beras fortifikasi bermasalah jauh di atas ambang batas.

"Perlu kami sampaikan bahwa kalau kemarin hasil pemeriksaan lab itu khusus zinc, khusus zinc, itu melebihi 120 persen. Sedangkan batas normalnya harusnya hanya 40 miligram zinc yang harus dikonsumsi oleh manusia normal per hari," kata Hermawan dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).

Hermawan menekankan, kelebihan asupan zat tersebut dapat langsung menimbulkan efek samping bagi kesehatan. "Apa akibat daripada kelebihan zinc tersebut? Yaitu dalam waktu singkat dia bisa mual, muntah, sakit perut, diare, pusing," ungkapnya.

Tak hanya itu, dampak konsumsi jangka panjang dengan dosis berlebih juga dinilai sangat berbahaya tubuh. Hal itu dapat berakibat dapat merusak metabolisme tubuh.

"Kemudian jika dosisnya memang betul-betul tinggi terus-menerus dikonsumsi, itu bisa menghambat penyerapan tembaga sehingga dapat menyebabkan anemia, kesemutan, kebas, dan gangguan keseimbangan lainnya. Itu yang terkait masalah kelebihan zinc dan itu ditemukan pada saat ini," sambung Hermawan.