Dia menekankan bahwa umur panjang penduduk merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan, yang berarti adanya kemajuan dalam aspek kesehatan hingga pendidikan yang membuat hidup masyarakat menjadi lebih lama. Maka dari itu, pihaknya menegaskan bahwa bertambahnya usia perlu diikuti dengan meningkatnya kualitas kehidupan

Saat ini, sebagian besar penduduk lansia di Indonesia disebut belum memiliki tabungan pensiun, lalu lebih dari separuh masih bekerja, terutama di sektor informal dengan perlindungannya sangat terbatas. Kemudian juga kebutuhan perawatan jangka panjang meningkat, sementara sebagian besar tanggung jawab perawatan masih ditanggung oleh keluarga.

β€œKarena itu, kebijakan kelanjutusiaan saya rasa tidak cukup hanya berfokus pada perlindungan sosial. Perlindungan sosial tentu tetap penting, terutama bagi manusia miskin, rentan dan mereka yang memang membutuhkan perawatan. Namun demikian, kita juga perlu menyadari bahwa lansia bukan kelompok yang homogen," ujar dia.

β€œAda yang membutuhkan perlindungan penuh, ada yang masih mau bekerja, ada yang ingin berwirausaha, dan banyak pula yang ternyata memiliki pengalaman, pengetahuan, serta keterampilan yang berharga bagi masyarakat. Kita perlu mengubah cara pandang kita dari melihat lansia semata-mata sebagai penerima bantuan menjadi warga negara yang tetap memiliki hak, kemampuan, pilihan, dan kesempatan untuk berkontribusi,” ujar Febrian.