NADIKABAR.COM — Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) Dedi Prasetyo bertemu dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Senin (2/11).
Salah satu pembahasan keduanya adalah soal tanah yang bukan sekadar aset, tetapi sumber penghidupan dan kesempatan bagi rakyat untuk membangun masa depan.
Pemerataan akses dan kepastian hak atas tanah menjadi penting agar masyarakat dapat mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperoleh kehidupan yang lebih sejahtera.
Dalam pertemuan tersebut, Rachmat menyoroti tantangan pengelolaan tanah di Indonesia. Dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, sementara luas daratan berada pada peringkat ke-16, kebutuhan terhadap tanah terus meningkat.
Kondisi ini menuntut penataan dan pemerataan akses tanah agar masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan, memiliki kesempatan memperoleh kepastian hak dan meningkatkan kesejahteraan.
Dalam keterangan tertulis BRAN, Rachmat menyambut baik terbentuknya BRAN sebagai lembaga strategis untuk mengoordinasikan penanganan persoalan agraria lintas sektor.