NADIKABAR.COM — Vivo V80 Lite 5G hadir di Indonesia dengan baterai jumbo berkapasitas 10.000 mAh. Meski sudah ada sejumlah HP lain dengan kapasitas serupa, Vivo mengklaim teknologi baterai yang digunakannya memiliki keunggulan tersendiri.
Lantas, apa yang membuat baterai Vivo V80 Lite 5G berbeda dari smartphone lainnya?
Head of Product Vivo dan iQOO, Calvin Nobel, menjelaskan bahwa keunggulan baterai Vivo V80 Lite 5G bukan semata-mata terletak pada kapasitasnya. Vivo juga memperhatikan teknologi pengemasan, ketebalan bodi, daya tahan, hingga keamanan baterai dalam penggunaan jangka panjang.
"Baterai 10.000 mAh saja rasanya kurang menarik karena sudah ada beberapa perangkat lain yang menawarkan kapasitas serupa. Lalu, apa bedanya baterai 10.000 mAh dengan teknologi dari Vivo?" ujar Calvin dalam acara peluncuran Vivo V80 Lite 5G di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Menurut Calvin, salah satu pembeda utamanya adalah teknologi BlueVolt. Teknologi ini memungkinkan Vivo mengemas baterai berkapasitas besar dalam dimensi yang lebih ringkas.
Hasilnya, Vivo V80 Lite 5G memiliki ketebalan bodi hanya 8,59 mm dengan bobot 224 gram, meskipun mengusung baterai 10.000 mAh.
Calvin membandingkannya dengan smartphone lain yang memiliki ketebalan hampir sama, yakni sekitar 8,58 mm, tetapi hanya membawa baterai berkapasitas sekitar 7.000 mAh.
Ia juga memberikan gambaran bahwa jika baterai berkapasitas 5.000 mAh ditumpuk menjadi dua untuk mencapai total 10.000 mAh, ketebalan perangkat bisa mencapai sekitar 13,8 mm.
Artinya, lewat teknologi BlueVolt, Vivo mengklaim dapat menghadirkan kapasitas baterai lebih besar tanpa membuat bodi ponsel menjadi terlalu tebal.
"Di sinilah teknologi BlueVolt berperan. Teknologi ini memungkinkan baterai dikemas lebih tipis dan lebih kecil agar bisa dimasukkan ke bodi Vivo V80 Lite 5G tanpa mengorbankan kualitas layarnya," jelas Calvin.
Keunggulan lainnya terletak pada daya tahan baterai yang diklaim telah melalui pengujian ketat, termasuk pengujian yang diawasi Guinness World Records.
Dalam pengujian tersebut, empat orang bergantian menggunakan perangkat secara terus-menerus selama 32 jam. Aktivitasnya mencakup menonton video, bermain game, navigasi, membaca buku, hingga penggunaan jaringan 5G dan Wi-Fi dengan berbagai tingkat kecerahan layar.
Calvin menegaskan pengujian ini berbeda dari metode yang hanya mengukur durasi layar menyala atau pemutaran video secara terus-menerus.
Vivo juga melakukan simulasi penggunaan sehari-hari selama tujuh jam di Indonesia. Aktivitas yang diuji meliputi Google Maps, belanja online, bermain game, hotspot, media sosial, hingga kamera.
Hasilnya, baterai diklaim masih tersisa 76%. Dengan asumsi penggunaan sekitar tujuh jam per hari, Vivo memperkirakan daya tahan baterainya bisa mencapai empat hari.
Untuk aktivitas tertentu, Vivo mengklaim baterai tersebut mampu mendukung bermain game hingga 15,8 jam atau menonton video hingga 29 jam.
Menariknya, saat baterai tersisa 10%, Vivo V80 Lite 5G diklaim masih sanggup digunakan untuk navigasi online hingga tiga jam atau melakukan panggilan telepon selama tiga jam.
Tak hanya soal kapasitas dan daya tahan, Vivo turut memperhatikan umur pakai baterai. Calvin mengklaim kesehatan baterai dapat tetap berada di atas 80% hingga tujuh tahun berdasarkan pengujian perusahaan, meski hasilnya bergantung pada pola penggunaan.
Untuk aspek keamanan, Vivo menyematkan perlindungan baterai enam lapis, termasuk perlindungan terhadap pengisian berlebih dan panas. Pengguna juga dapat mengatur batas pengisian daya, misalnya hingga 90%.
Dengan kombinasi tersebut, Vivo ingin menunjukkan bahwa baterai 10.000 mAh bukan sekadar menawarkan kapasitas besar, melainkan juga desain yang relatif ramping, daya tahan panjang, dan perlindungan untuk penggunaan sehari-hari.
"Karena itu, perangkat ini cocok untuk pengguna dengan mobilitas tinggi, termasuk pekerja lapangan, orang yang sering bertemu klien, dan teman-teman media yang harus menghadiri beberapa acara dalam sehari," ujar Calvin.
"Baterainya bisa bertahan satu sampai beberapa hari, tergantung intensitas penggunaan," pungkasnya.