Peneliti membandingkan komposisi mineral dan karakteristik kimia meteorit tersebut dengan pengamatan wahana Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA. Hasilnya, ditemukan 13 kemungkinan lokasi asal yang memiliki karakteristik serupa.

Wilayah dataran tinggi bagian selatan Mars yang dipenuhi kawah menjadi salah satu kawasan yang memiliki kemiripan dengan karakteristik batuan tersebut. Seperti meteorit Mars lainnya, Teghaza 001 diperkirakan terlontar dari permukaan Planet Merah akibat tumbukan asteroid atau benda langit lain yang sangat kuat.

Material batuan kemudian terlempar ke luar angkasa, melakukan perjalanan antariksa, hingga akhirnya jatuh ke Bumi. Penelitian ini juga membuka peluang untuk memahami bagaimana air berinteraksi dengan kerak Mars dan bagaimana lingkungan planet tersebut berubah selama miliaran tahun.

Yang menarik, para ilmuwan menilai penelitian terhadap Teghaza 001 masih berada pada tahap awal. "Kami baru mengungkap sebagian kecil dari apa yang bisa dipelajari," kata Liu.

Para peneliti berharap studi lanjutan terhadap meteorit langka ini dapat memberikan lebih banyak petunjuk mengenai sejarah air di Mars, pembentukan kerak planet, serta perubahan lingkungan yang menjadikan Mars seperti yang dikenal saat ini, yakni planet yang dingin dan kering.