Dunia musik sebenarnya sudah lebih dulu menjadi bagian dari hidupnya. Sejak kelas satu SMP, ia bermain gitar. Bersama teman-temannya, ia bahkan pernah mendirikan band. Namun, ketika mulai mendapatkan penghasilan tetap dari perbankan, aktivitas bermusiknya perlahan vakum.
"Saya merasa sudah dapat penghasilan tetap. Jadi memilih fokus di BTPN," ujarnya.
Sekitar 2014, Bayu pindah ke BCA sebagai marketing. Namun, sekitar satu tahun tiga bulan kemudian, ia kembali mengambil keputusan besar. Ia meninggalkan pekerjaan kantoran dan memilih menjalankan usaha bersama istrinya. Mereka berjualan pakaian anak dari pasar malam ke pasar malam.
Keputusan itu bukan tanpa perhitungan. Menurut Bayu, saat itu penghasilan dari berdagang lebih besar dibandingkan bekerja sebagai karyawan. Sekitar 2016-2017, Bayu sempat kembali mendapat tawaran bekerja sebagai marketing di Bank Mayapada. Namun, ia tidak lama berada di sana karena bisnis pakaian dinilai lebih menjanjikan.