Ketika pola belanja masyarakat berubah lebih banyak ke sistem online, usahanya pun tersendat. Modal usaha yang seharusnya diputar kembali untuk membeli barang dagangan mulai terpakai untuk kebutuhan rumah tangga. Untuk makan, membayar cicilan rumah, hingga cicilan motor. "Barang habis buat hidup sehari-hari," katanya.

Sampai akhirnya, pada 2018, Bayu kembali mencari jalan untuk mendapatkan penghasilan. Kali ini ia memilih menjadi pengemudi ojek online.

Seperti pengemudi ojol lainnya, Bayu tidak sepenuhnya bebas menentukan ke mana harus bergerak. Pesanan datang melalui aplikasi dan pergerakannya mengikuti permintaan penumpang serta algoritma platform. Namun sekitar dua tahun terakhir, ia mengaku lebih sering memilih melayani penumpang di sekitar Stasiun Tambun, Bekasi.

Hari kerjanya dimulai sekitar pukul 06.00-06.20 WIB. Dari pagi hingga sekitar pukul 19.00, ia berada di jalan. Dalam kondisi terbaik, dengan enam hari kerja, Bayu pernah membawa pulang sekitar Rp 1,5 juta dalam seminggu.