NADIKABAR.COM — Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Provinsi Riau menitipkan perawatan seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang masuk dalam kandang jebak di Landskap Semenanjung Kampar ke Lembaga Konservasi (LK) Kasang Kulim, Kabupaten Kampar.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Ujang Holisudin mengatakan harimau tersebut masuk kandang jebak pada 8 September 2026. Kemudian untuk penanganan lebih lanjut Balai Besar KSDA Riau berkoordinasi dengan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PR-HS) yang berada di Dharmasraya, Sumatera Barat.

"Akan tetapi ketersediaan kandang rehabilitasi terbatas. Mempertimbangkan kondisi tersebut dan dalam rangka memudahkan pengecekan dan observasi serta proses evakuasi, Balai Besar KSDA Riau selanjutnya menitipkan perawatan sementara individu harimau sumatera itu di lembaga konservasi yang berada di Provinsi Riau yakni Kasang Kulim," katanya di Pekanbaru, Senin.

Menurutnya, pemilihan tempat penitipan sementara itu dikarenakan Kasang Kulim adalah lembaga konservasi yang ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor. 250/kptsII/1999 tanggal 28 April 1999 serta sudah memiliki sarana dan prasarana yang sudah memadai.

Hal itu dilakukan sambil menunggu hasil tes DNA yang sampelnya telah dikirimkan ke Laboratorium Universitas Gadjah Madah. Tes DNA dilakukan untuk identifikasi awal terhadap harimau sumatera tersebut apakah patut diduga merupakan individu suspect man eater.

Sebelumnya dilaporkan kejadian interaksi negatif antara manusia dan harimau sumatera di landskap Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan pada Juli 2026. Balai Besar KSDA Riau melakukan pemantauan dengan cara pemasangan kamera dan kandang jebak.

Berdasarkan hasil pemantauan kamera jebak teridentifikasi bahwa harimau tersebut masih berkeliaran di seputaran lokasi kejadian. Akhirnya harimau yang diduga memakan manusia itu masuk kandang jebak.

"Selama proses observasi dan menunggu hasil pengujian sampel DNA selesai, satwa harimau sumatera tersebut ditempatkan di kandang perawatan di LK Kasang Kulim dan kami telah meminta kepada pihak manajemen Kasang Kulim agar menutup dan mengisolasi kandang perawatan dari pengunjung," ungkapnya.

Selama perawatan di LK Kasang Kulim, kata dia, harimau sumatera itu tetap di bawah pengawasan tim Medis Balai Besar KSDA Riau bersama Tim Medis PKR Arsari serta LK Kasang Kulim untuk dilakukan observasi dan monitoring terhadap perkembangan kondisi harimau tersebut.