"Kalau kita lihat market kita sekarang cukup stabil, volatility-nya masih stabil gitu ya. Sehingga ini kebetulan juga memang 15 September adalah hari terakhir atau tanggal terakhir penundaan itu. Jadi OJK kemudian memberikan arahan untuk dibuka dan tadi catatannya kita akan buka secara terbatas untuk melihat ini bagian dari pembelajaran ke market juga, ke investor," terangnya.

Iding menjelaskan, baru ada lima saham yang bisa menjalankan skema perdagangan short selling. Saham-saham tersebut diambil dari indeks LQ45 dengan alasan memiliki likuiditas yang tinggi.

"Kenapa yang harus likuid? Ya karena memang ya short selling itu kan ada tujuannya tadi strategi perdagangan. Jangan sampai kemudian ada saham-saham yang gampang dimanipulasi transaksinya, harganya gitu loh. Jadi harus cukup liquid sehingga memang itu efektif untuk strategi perdagangan," pungkasnya.