Tysa menjelaskan, alternatif perhitungan tersebut disusun untuk membantu mitra SPPG menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dengan kapasitas pelayanan masing-masing dapur. Dengan demikian, jumlah relawan yang dibutuhkan dapat disesuaikan dengan banyaknya penerima manfaat yang dilayani.
Berdasarkan alternatif perhitungan BGN, SPPG dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 3.000 orang dapat menggunakan acuan kebutuhan 47 relawan per hari.
Sementara itu, untuk 2.500-2.999 penerima manfaat sebanyak 42 relawan, 2.000-2.499 penerima manfaat sebanyak 33 relawan, 1.500-1.999 penerima manfaat sebanyak 24 relawan, serta 1.000-1.499 penerima manfaat sebanyak 15 relawan.
Tysa menegaskan, angka tersebut merupakan alternatif kebutuhan tenaga, bukan batas maksimal jumlah relawan yang diperbolehkan bekerja di SPPG. Dapur tetap dapat memiliki jumlah relawan lebih banyak dari angka acuan tersebut selama total biaya operasional tidak melebihi pagu maksimal Rp3.000 per penerima manfaat per hari.