"Bagaimana jika jumlah relawan melebih angka alternatif kebutuhan tadi? tidak apa apa asalkan biaya operasionalnya tidak melebih pagu 3000 rupiah per penerima manfaat per hari," terang Tysa.
Ia menjelaskan kebutuhan tenaga relawan pada dasarnya disesuaikan dengan skala pelayanan. Semakin besar jumlah penerima manfaat yang dilayani, semakin besar pula kebutuhan tenaga yang dibutuhkan begitupun sebaliknya.
Sebagai alternatif pengaturan, mitra SPPG juga dapat menerapkan sistem shifting atau pergiliran jadwal kerja relawan. Skema ini memungkinkan pengaturan tenaga kerja secara lebih fleksibel berdasarkan kebutuhan pelayanan harian tanpa harus melakukan pengurangan jumlah relawan secara langsung.
"Sekali lagi, kami tidak pernah meminta dapur SPPG untuk mengurangi jumlah relawan. Namun, para mitra dapat mencoba alternatif pengaturan melalui sistem shifting relawan setiap harinya sesuai dengan kebutuhan dan jumlah penerima manfaat yang dilayani," imbuh Tysa.