Dengan sistem ini, BGN berharap dapat mengidentifikasi pelanggaran SOP dan melakukan perbaikan.

Sudaryono juga mengatakan BGN berupaya memanfaatkan CCTV yang telah tersedia di masing-masing dapur sehingga tidak perlu melakukan pengadaan perangkat baru dalam skala besar.

"Kami berusaha bagaimana mengkoneksikan saja, jadi CCTV yang sudah ada di setiap dapur itu kemudian bagaimana kita koneksikan saja," ujarnya setelah rapat koordinasi.

Sudaryono mengatakan akses terhadap rekaman CCTV dapur MBG berpotensi dibuka kepada publik secara terbatas. Namun, rencana tersebut masih perlu mempertimbangkan aspek keamanan.

Ia menilai akses yang diberikan kepada pihak tertentu dapat membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan program MBG.

"Makanya kami berharap akses bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu, misalnya kepala sekolah, guru, atau orang tua siswa," ujar Sudaryono.