"BI terus hadir di pasar untuk menjaga mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga sesuai fundamentalnya. BI juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," ujar Erwin.

Selain intervensi di pasar keuangan, BI terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, serta pihak terkait lainnya untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Sebelumnya, rupiah ditutup melemah ke level Rp18.184 per dolar AS pada perdagangan Rabu (28/10). Mata uang Garuda turun 28 poin atau 0,15 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong sebelumnya mengatakan pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya sentimen risk-off dan berlanjutnya aksi jual bersih investor asing di pasar keuangan Indonesia.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk-off dan net sell asing yang berkelanjutan. Indeks dolar AS yang masih terus naik menjelang FOMC juga ikut menekan rupiah," ujar Lukman kepada NadiKabar.com, Rabu (28/10).