Bank sentral juga memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir 2026 mencapai 8,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Proyeksi tersebut meningkat dibandingkan dengan perkiraan dalam survei sebelumnya sebesar 7,51 persen.

Kendati demikian, proyeksi pertumbuhan kredit tahun ini masih lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit sepanjang 2025 yang mencapai 9,69 persen secara tahunan.

Berdasarkan jenis penggunaannya, Kredit Modal Kerja diprakirakan menjadi prioritas utama penyaluran kredit baru pada kuartal IV 2026. Posisi berikutnya ditempati Kredit Investasi dan Kredit Konsumsi.

Pada segmen kredit konsumsi, Kredit Multiguna diprakirakan menjadi prioritas utama, diikuti Kredit Pemilikan Rumah/Kredit Pemilikan Apartemen (KPR/KPA) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Sementara itu, berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit baru diprakirakan paling besar mengarah ke industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta perantara keuangan.

Dari sisi pendanaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara kumulatif hingga kuartal IV 2026 diprakirakan tetap tumbuh.

Hal ini tercermin dari SBT penghimpunan DPK yang mencapai 89,76 persen, meningkat dibandingkan dengan kuartal III 2026 sebesar 87,52 persen.