Namun, indikator tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan kuartal IV 2025 yang mencapai 93,97 persen.

Berdasarkan jenis simpanannya, tabungan dan giro diprakirakan tumbuh lebih tinggi pada kuartal IV 2026. SBT pertumbuhan tabungan tercatat sebesar 90,29 persen, sedangkan giro sebesar 89,64 persen. Kedua indikator tersebut meningkat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Sebaliknya, pertumbuhan deposito diprakirakan melambat, dengan SBT sebesar 28,74 persen.

Survei BI juga menunjukkan biaya dana (cost of funds) untuk simpanan rupiah diprakirakan meningkat menjadi 4,39 persen pada kuartal IV 2026, dari 4,17 persen pada kuartal III 2026.

Sementara itu, biaya dana untuk kredit (cost of loanable funds) diprakirakan naik menjadi 5,73 persen, dari 5,54 persen pada kuartal sebelumnya.

Untuk instrumen valuta asing dalam dolar Amerika Serikat, biaya dana diprakirakan meningkat menjadi 3,11 persen pada kuartal IV 2026, dari 2,68 persen pada kuartal III 2026.

Hasil survei tersebut menggambarkan bahwa perbankan memperkirakan penyaluran kredit dan penghimpunan dana masyarakat tetap tumbuh hingga akhir tahun, di tengah pelonggaran standar kredit yang berjalan bersamaan dengan kenaikan perkiraan biaya pendanaan.