Bahkan ia menyebut, keadaan tersebut memicu perpindahan arus modal asing dari negara Emerging Markets ke Developed Countries seperti AS. Indonesia sendiri selama ini merupakan negara yang masuk dalam golongan Emerging Markets.

"Ini mendorong penguatan pada dolar terhadap mata uang kuat lainnya dimana DXY mencapai 101,11 dan untuk negara Asia mencapai 96,26. Dan yang paling terasa adalah pelarian arus modal dari Emerging Markets kembali kepada Developed Countries, khususnya terhadap di Amerika Serikat," pungkas Destry.