"Paradigma pembangunan Indonesia jelas: pertumbuhan dan perlindungan lingkungan harus maju bersama, ujar Jumhur dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).
Ia menjelaskan aksi iklim dilakukan pemerintah Indonesia melalui berbagai sektor ekonomi. Seperti contoh di sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (Forestry and Other Land Use atau FOLU), Indonesia terus mendorong agar serapan gas rumah kaca lebih besar dari emisi yang dihasilkan (Nett Sink 2030).
Kemudian di sektor pengolahan limbah, Indonesia memperkuat pengurangan emisi metana melalui perbaikan pengelolaan sampah dan air limbah, pengembangan ekonomi sirkular, penerapan teknologi, serta peningkatan kapasitas pemerintah daerah.
Upaya juga dilakukan di sektor industri melalui dua jalur yang saling melengkapi seperti melakukan dekarbonisasi industri yang sudah ada sekaligus membangun industri baru yang rendah karbon sejak awal.