FBI menyatakan aparat penegak hukum mengamati anggota unit tersebut mengonversi aset yang dicuri menjadi mata uang kripto Ether. FBI juga memperkirakan akan terjadi 'pencucian lebih lanjut' atas aset-aset tersebut dengan memanfaatkan teknologi terkait.

Para analis juga sebelumnya menyalahkan Korea Utara atas peretasan tersebut.

Sebagian besar pencurian berlangsung dalam waktu sekitar 20 menit sejak Kamis (29/10) malam. Pola serangan tersebut memiliki kemiripan dengan sejumlah serangan besar sebelumnya yang dituduhkan kepada Korea Utara, menurut perusahaan analisis blockchain asal Amerika Serikat, TRM Labs dan Chainalysis.

Pyongyang selama bertahun-tahun membantah menggunakan unit siber yang terkait dengan negara untuk melakukan kegiatan spionase, pencurian keuangan, dan pengumpulan pendapatan.Perwakilan Korea Utara di Jenewa dan kedutaannya di China tidak menanggapi permintaan komentar Reuters.

Sementara, Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintah AS masih belum yakin apakah Korea Utara terlibat dalam pencurian tersebut.

"Kami tidak tahu apakah Korea Utara terlibat. Namun, jika memang demikian, kami akan berbicara dengan Korea Utara mengenai hal ini," kata Trum melalui akun resmi Gedung Putih di platform X.