Artinya, angka 80% tersebut bukan menunjukkan persentase aset curian yang berhasil dipulihkan dari hacker, melainkan kesiapan perusahaan menyediakan aset pengganti.
Binance berjanji terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan penggantian dana melalui kanal resminya.
Akibat serangan ini, Binance menghentikan sementara layanan penarikan atau withdrawal aset kripto untuk menjalankan pemeriksaan keamanan dan memastikan integritas sistem.
Namun, layanan deposit serta layanan platform lainnya yang tidak terdampak tetap beroperasi.
Dalam pengumuman 30 Oktober, Binance menargetkan mulai memulihkan layanan penarikan dalam waktu sekitar 34 jam. Pemulihan akan dilakukan secara bertahap setelah pemeriksaan keamanan selesai.
Perusahaan belum memastikan seluruh pengguna dapat langsung melakukan penarikan secara bersamaan ketika layanan mulai dibuka kembali.
Selain pemulihan layanan, Binance menyiapkan laporan Proof of Reserves (PoR) untuk memberikan gambaran terbaru mengenai aset yang dimiliki perusahaan dan cadangan yang mendukung saldo pengguna.
Binance berencana mengambil snapshot awal Proof of Reserves dalam waktu 12 jam setelah pengumuman. Hasil pemeriksaan tersebut ditargetkan tersedia pada Senin (2/11/2026).
Laporan ini diharapkan membantu pengguna memeriksa kecocokan saldo mereka dengan cadangan aset yang dilaporkan Binance.
Perusahaan juga berjanji menerbitkan laporan investigasi lengkap atau post-mortem report yang menjelaskan kronologi peretasan, temuan keamanan, serta langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga pengumuman tersebut diterbitkan, penyebab pasti peretasan dan identitas hacker masih dalam penyelidikan. Binance mengimbau pengguna hanya mengikuti informasi melalui kanal resmi perusahaan untuk menghindari penipuan yang memanfaatkan situasi ini.