Sebagai langkah penanganan, Binance untuk sementara menghentikan layanan deposit dan penarikan, mencabut otorisasi alamat yang terdampak, berkoordinasi dengan penegak hukum dan perusahaan intelijen blockchain untuk melacak serta memulihkan dana.
Binance juga menegaskan, tidak ada indikasi kebocoran data pribadi pengguna imbas insiden tersebut. Perusahaan juga berencana menerbitkan laporan teknis dan memperbarui laporan Proof of Reserves setelah proses pemulihan selesai.
"Kami tidak menemukan bukti adanya kebocoran kunci pribadi dompet. Kami akan membagikan analisis teknis terperinci setelah investigasi selesai dan fakta-fakta sepenuhnya diverifikasi," kata Binance.
Kabar peretasan Binance sendiri muncul setelah pembekuan dana yang dilakukan Circle Internet Group, Tether, dan Ripple. Insiden ini turut menekan pasar kripto di mana harga Bitcoin tercatat turun lebih dari 4% menjadi US$ 77.994,96 pada perdagangan Jumat. Sementara itu, saham Circle merosot sekitar 5% dalam perdagangan setelah jam bursa pada Kamis.
Melalui akun X, Binance juga mengumumkan penghentian sementara perdagangan Binance Alpha. Perusahaan menyebut total dana yang telah terverifikasi berhasil dibekukan mencapai US$ 2,54 miliar.
"Tim kami menyadari adanya laporan tentang potensi masalah keamanan dan sedang aktif menyelidikinya," kata juru bicara Binance.