NADIKABAR.COM — Bursa kripto terbesar di dunia, Binance kembali beroperasi usai pekan lalu diretas. Atas insiden tersebut, investor berbondong-bondong menarik dana hingga US$ 3,64 miliar atau Rp 65,98 triliun (kurs Rp 18.127) atau setara dengan 2,1% dari total aset mereka.

Binance menyatakan penarikan dana kini mulai stabil setelah sempat melonjak di awal. Sementara volume setoran (deposit) dari pengguna juga masih tergolong besar.

Binance, yang didirikan di China, memang telah membuka kembali layanan penarikan dana secara bertahap dengan memprioritaskan permintaan pengguna. Tahap pertama mencakup 15 token, termasuk Bitcoin, Ether, beberapa stablecoin USDC dan USDT, serta Dogecoin.

"Kami menggunakan pendekatan bertahap dengan memprioritaskan token berdasarkan data permintaan pengguna selama seminggu terakhir," tulis Binance dalam unggahan di akun X, dikutip dari Reuters, Senin (2/10/2026).