Perampokan siber ini sendiri disebut-sebut oleh para analis sebagai pencurian finansial terbesar sepanjang sejarah. Berdasarkan data TRM Labs, aksi kejahatan siber terhadap aset kripto memang tengah marak, penjahat siber tahun lalu berhasil membobol US$ 2,9 miliar dari hampir 150 insiden.
Platform analisis kripto, DefiLlama menyampaikan laporan berbeda. Berdasarkan pantauan dasbornya, arus keluar dana (outflow) Binance justru jauh lebih besar yang menyentuh angka US$ 5,81 miliar. Angka ini melonjak dari estimasi sebelumnya di US$ 4,36 miliar.
Binance tidak langsung merespons permintaan terkait pembaruan angka tersebut. Juru Bicara Binance mengatakan angka tersebut tidak memperhitungkan perpindahan aset internal ke hot wallet baru milik perusahaan.
"Angka ini tidak memasukkan aliran dana yang kami setorkan ke hot wallet baru milik kami sendiri, sehingga datanya tidak akurat. Pembaruan terakhir kami di platform X adalah yang paling mendekati akurat (di luar pergerakan setoran dan penarikan sejak postingan itu dibuat)," tuturnya.