Binance memastikan telah mengganti 95% atau senilai US$ 6 miliar dari total US$ 6,3 miliar aset yang raib dicuri. Perusahaan menggunakan dana internal untuk membeli token pengganti. Sementara sisa 5% aset yang belum kembali terdiri dari instrumen yang kurang likuid sehingga membutuhkan waktu lebih lama.
FBI secara resmi mengumumkan unit siber asal Korea Utara yang disponsori negara, Trader Traitor, adalah penyebab di balik serangan brutal tersebut. Pemerintah Pyongyang selama ini konsisten membantah keterlibatan dalam aksi spionase maupun pencurian siber global. Kedutaan Besar Korea Utara di China maupun perwakilan mereka di Jenewa enggan memberikan tanggapan saat dikonfirmasi.
FBI mendeteksi anggota unit siber tersebut langsung mengonversi aset hasil curian ke dalam bentuk kripto Ether, serta memprediksi bakal ada upaya lanjutan menggunakan teknologi serupa. Namun, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump justru menyebut keterlibatan Korut masih belum sepenuhnya pasti.
"Kami belum tahu apakah ini ulah Korea Utara. Tetapi jika benar, kami akan membicarakannya dengan mereka," kata Trump melalui rekaman yang diunggah akun resmi Gedung Pimpinan AS di X.