Karena itu, pasar perlu melihat kebijakan The Fed sebagai salah satu bagian dari konteks yang lebih luas, bersama faktor likuiditas, arus dana, sentimen, dan perkembangan di industri kripto. Aloysia menilai, kondisi tersebut membuat investor perlu melihat pergerakan Bitcoin setelah FOMC secara lebih proporsional.
"Penguatan Bitcoin setelah FOMC perlu dilihat sebagai dinamika pasar yang lebih luas, bukan sebagai tanda bahwa seluruh risiko telah mereda. Investor tetap perlu mencermati arah inflasi, kebijakan The Fed berikutnya, arus dana institusional, dan kondisi likuiditas global," tambahnya.
Di sisi lain, investor juga perlu mencermati faktor khusus di industri kripto, seperti arus ETF Bitcoin, perkembangan regulasi aset digital, sentimen pasar, dan penggunaan leverage. Faktor-faktor tersebut membuat pergerakan aset kripto memiliki karakteristik yang berbeda dari aset berisiko lainnya.
Indodax mengingatkan investor agar tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga sesaat. Investor perlu menyesuaikan investasi dengan profil risiko, mengelola posisi dengan disiplin, dan melakukan riset sendiri sebelum bertransaksi.