Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Suwarno, mengatakan aktivitas erupsi tersebut terekam melalui alat seismograf. Namun, visual letusan tidak teramati.
"Iya tadi malam tercatat tiga kali erupsi," katanya, Kamis (29/10/2026).
Berdasarkan data pemantauan, erupsi pertama terjadi pada pukul 22.37 WIB. Letusan itu tercatat memiliki amplitudo maksimum 48 milimeter dengan durasi 233 detik.
Aktivitas erupsi kembali terdeteksi pada pukul 22.42 WIB. Saat laporan pemantauan dibuat, erupsi tersebut masih berlangsung sehingga durasi akhirnya belum diketahui.
Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pada pukul 23.29 WIB. Peristiwa ini terekam dengan amplitudo maksimum 48 milimeter dan durasi 573 detik atau sekitar 9 menit 33 detik.