Artinya, ketika sebuah ruang berhasil menarik orang untuk datang dan beraktivitas, manfaatnya tidak berhenti di dalam ruang tersebut. Pergerakan manusia ikut membuka peluang bagi usaha-usaha lain di sekitarnya untuk mendapatkan bagian dari geliat kawasan.
Skala dampaknya pun dapat menjadi lebih besar ketika kegiatan yang digelar berskala internasional, seperti misal konser musisi luar negeri di Gelora Bung Karno (GBK). Menurut Samuel, multiplier effect dari kegiatan semacam itu dapat mencapai tujuh hingga delapan kali dari nilai ekonomi kegiatan utamanya.
Blok M menunjukkan bahwa menghidupkan kawasan bukan berarti membuatnya sekadar ramai. Ada karakter, komunitas, dan aktivitas yang membuat orang punya alasan untuk datang. Namun, placemaking bukan berarti membuat setiap kawasan memiliki wajah yang sama, karena setiap tempat punya karakter dan cerita yang berbeda.
Jika Blok M tumbuh dengan denyut anak muda dan kultur urban, Kota Tua memiliki jiwa yang lahir dari sejarah dan identitas heritage-nya. Di sinilah tantangan berikutnya: bagaimana menghidupkan kawasan tersebut dengan menghadirkan aktivitas baru, tanpa menghilangkan karakter yang sudah melekat di dalamnya.
"Area kota tua itu akan kami revitalisasi juga. Mudah-mudahan tetap hidup dengan mempertahankan identitas heritage-nya. Jadi heritage Chinatown-nya, Little Amsterdam-nya itu nggak hilang, tapi tetap area-nya akan dibuat hidup dengan kombinasi retail, komunitas, dan lain sebagainya," kata Samuel.
Di beberapa area, unsur yang lebih modern atau futuristik juga akan dihadirkan, mengingat kawasan Glodok sejak dulu dikenal sebagai pusat elektronik. Dua karakter berbeda itu nantinya akan dipertemukan, tanpa menghilangkan identitas heritage yang menjadi bagian dari wajah Kota Tua.
Pengembangan placemaking di Kota Tua nantinya akan berjalan seiring dengan pembangunan MRT menuju Kota Tua. Samuel belum merincikan kapan revitalisasi kawasan akan dimulai, mengingat saat ini pembangunan masih berfokus pada penyelesaian Stasiun Thamrin dan Monas yang ditargetkan beroperasi pada Desember 2027.
Sementara itu, dalam rencana besarnya, jalur MRT North-South ditargetkan tersambung hingga Kota Tua pada 2029 mendatang. Artinya, geliat baru Kota Tua masih menunggu perjalanan panjang, bukan hanya untuk menghadirkan jalur MRT, tetapi juga untuk menemukan cara agar ruang yang kaya sejarah itu kembali menjadi tempat yang hidup.