"Market yang turun, jadi penjualan kita, penjualan ADCP tidak sesuai dengan ekspektasinya. Kita tahu ada krisis ekonomi 2018, dihantam lagi COVID 19, itu membuat market tidak seimbang, sehingga dia (ADCP) kesulitan cashflow," ujarnya saat ditemui di Kantor BP BUMN, Selasa (15/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut juga, ADHI meminta maaf atas permasalahan yang ditimbulkan oleh anak usahanya. Dirinya berkomitmen akan mengawal persoalan ini hingga selesai.

"Jadi sekali lagi seperti halnya tadi kami juga minta maaf ini. Saya sebagai holding ya, sebagai Dirut daripada perusahaan induknya juga diminta dan ini kan sudah menjadi kewajiban kami untuk betul-betul concern untuk mengawal proyek ini untuk diselesaikan sesuai dengan timeline tadi yang sudah ditentukan," katanya.

Moeharmein menegaskan akan menyelesaikan proyek tersebut dengan kualitas terbaik supaya konsumen tidak terzolimi. Hal ini sesuai dengan arahan BP BUMN dan Danantara sebagai pemegang saham.