NADIKABAR.COM — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono tidak meminta penambahan anggaran di tahun ini, meskipun ada rencana pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal ini disampaikan Sudaryono usai bertemu dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa pagi ini.
Sudaryono mengatakan dari total 27.485 titik yang tercatat, sebanyak 27.022 SPPG telah ditetapkan melalui surat penetapan resmi. Sementara itu, sebanyak 463 titik sempat di-suspend karena kelengkapan profil yang kurang lengkap.
Dari hasil penelusuran lebih lanjut, terdapat 7 dapur yang mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah lama tidak beroperasi. Ditemukan pula titik di mana lokasi dapurnya tidak wujud fisik alias fiktif
"Dan kami masih menunggu dari sisanya 463, kalau tidak ada, tidak ada laporan, kami cek lagi tidak ada, maka bisa disimpulkan bahwa memang itu dapurnya enggak beroperasi atau pernah ada, tapi sudah enggak beroperasi lagi," ujar Sudaryono di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).
Selain itu, Sudaryono menyebut akan mengaktifkan sekitar 2.700 dapur di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) mulai September ini. Selain wilayah 3T, prioritas pembukaan dapur baru juga diarahkan ke pondok pesantren serta daerah-daerah di luar Jawa yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi.