"Jadi ini intinya adalah yang tadinya manual-manual ini tidak boleh manual-manual lagi, tapi bagaimana caranya tim yang atau orang yang bekerja di lapangan, di dapur, itu kemudian dengan sistem dia bisa bekerja dengan dan dipermudah untuk pelaporannya," imbuh ia.
Sudaryono menyebut realisasi anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) untuk MBG telah mencapai Rp 117 triliun per 27 Agustus 2026. Adapun total anggaran BGN tahun ini senilai Rp 229 triliun.
Anggaran BGN tahun ini telah diefesiensikan senilai Rp 39 triliun dari total anggaran sebelumnya mencapai Rp 268 triliun.
"Jadi dari Rp 268 triliun itu kemudian kami sisir, itu kami efisiensikan menjadi Rp 229 triliun, dari Rp 229 triliun itu terpakailah Rp 117 triliun," bebernya.