"Ada 2.700 yang sudah siap, kemudian kami serta-merta akan kami buka, termasuk juga membuka dapur-dapur yang memang di situ banyak yang membutuhkan," bebernya.
Selaim itu, pihaknya juga tengah menyisir 13 dapur MBG yang sudah terdaftar. Ia memastikan belasan ribu dapur tersebut tidak dibuka secara serentak. Pembukaan dapur MBG ini disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di wilayah tersebut, termasuk daerah aglomerasi.
"Kemudian secara bertahap kami buka. Nah, pembukaan ini kan juga mengandung anggaran di mana anggaran itu kami sesuaikan dan insyaallah tidak perlu adanya penambahan anggaran. Anggaran yang sekarang di 2026 ini insyaallah bisa kami maksimalkan tanpa ada penambahan anggaran sehingga kebutuhan MBG bagi wilayah-wilayah yang belum, bagi sekolah-sekolah yang belum," beber Sudaryono.
Dalam pertemuan tersebut, Sudaryono menjelaskan Kemenkeu dan BGN sepakat untuk memperkuat tata kelola keuangan yang transparan melalui digitalisasi. Sistem pelaporan keuangan di tingkat dapur akan disinkronkan secara system-to-system tim redaksi SIKN Kementerian Keuangan dan SIPGN.