Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran yang menjanjikan keuntungan, termasuk pekerjaan daring dengan bayaran dari aktivitas sederhana seperti memberikan tanda suka atau like pada konten.

Menurutnya, pelaku biasanya memberikan uang di awal untuk membangun kepercayaan, sebelum meminta korban mentransfer dana agar bisa mengikuti program dengan iming-iming bayaran lebih besar.

Selain itu, penipuan juga menyasar transaksi belanja daring dan hubungan asmara atau love scam. Kiki menilai masyarakat perlu dibekali kemampuan berpikir kritis karena modus penipuan terus berubah.

"Kalau hari ini saya mengedukasi masyarakat tentang berbagai modus, besok mungkin ada modus yang baru. Tapi yang ingin kita ajarkan adalah logikanya," kata Bos OJK.