Di sisi lain, Bimo mengatakan dampak penyesuaian PTKP perlu dilihat berdasarkan lapisan penghasilan. Pasalnya, sistem pajak yang menggunakan tarif progresif membuat kontribusi pajak berbeda pada setiap desil.
"Signifikan, jadi gini. Tetap kan per desil ya. Per desil tentu yang paling berkontribusi ya desilnya tertinggi. Karena 'kan progresif kita. Jadi, yang berkontribusi pasti desil yang pemungutannya di atas 10. Kalau 5 persen itu kan masih sangat sedikit sekali," terang Bimo.
Selain itu, setelah kenaikan PTKP berjalan maka penerimaan pajak ikut berubah, dan pemerintah perlu menghitung konsekuensi kebijakan tersebut.