Sebelumnya disampaikan, konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 dengan pertumbuhan 5,04% (yoy) dan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yaitu 2,62%. Kinerja itu utamanya didorong oleh kenaikan nilai transaksi barang dan jasa secara online, peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata, serta berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi.

Selain konsumsi rumah tangga, komponen lainnya yang mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2026 dari sisi pengeluaran adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 6,06% (y-on-y). Hal itu mencerminkan pertumbuhan investasi baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta.

Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh hingga 8,95%, jauh di atas pertumbuhan triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,66%. Hal itu sejalan dengan meningkatnya realisasi belanja pegawai terutama pada gaji dan tunjangan ASN, serta meningkatnya realisasi belanja barang dan jasa utamanya pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari sisi lapangan usaha, BPS mencatat empat sektor utama yang memberikan peranan terbesar terhadap pertumbuhan PDB kuartal III-2026 yaitu industri pengolahan (1,20%); perdagangan (0,94%); konstruksi (0,62%), serta informasi dan komunikasi (0,49%).

"Dari sisi lapangan usaha, pada triwulan III-2026 secara year on year seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi dan pertambangan. Total share ke-5 lapangan usaha tersebut mencakup sekitar 65,31% dari PDB nasional," jelas Edy.