Sebelumnya, sejumlah ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 melambat dibandingkan realisasi kuartal sebelumnya 5,29% (yoy). Konsumsi rumah tangga yang belum pulih merata, serta tingginya kebutuhan impor menjadi sejumlah faktor yang menahan laju pertumbuhan ekonomi.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,23% secara tahunan pada kuartal III-2026. Meskipun perekonomian Indonesia memiliki ketahanan yang cukup baik di tengah tekanan eksternal, akselerasi pertumbuhannya dinilai belum merata.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026 diperkirakan sebesar 5,23% yoy, sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan II sebesar 5,29% dan triwulan I sebesar 5,61%," kata Josua dalam keterangan tertulis.

Kepala Ekonom Bank Danamon, Irman Faiz juga memperkirakan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 melambat. Berdasarkan perhitungannya, pertumbuhan hanya akan berada di sekitar 5% secara tahunan.

"Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III sekitar 5% secara tahunan, melambat dari 5,29% pada kuartal II. Ekonomi masih resilien, tetapi konsumsi rumah tangga diperkirakan sedikit lebih moderat, sementara kebutuhan impor yang tinggi membatasi kontribusi ekspor neto," kata Irman.