Selain konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi memiliki kontribusi 30,81% terhadap PDB dan tumbuh 6,06%. Dengan demikian, kedua komponen tersebut mencakup 82,78% dari total PDB nasional.

Berdasarkan sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terbesar sebesar 2,62%. Kemudian diikuti PMTB sebesar 1,91% dan konsumsi pemerintah sebesar 0,62%.

Konsumsi rumah tangga antara lain didorong oleh pertumbuhan konsumsi restoran dan hotel sebesar 6,59%, seiring meningkatnya konsumsi makanan jadi di rumah makan dan restoran. Sementara itu, transportasi dan komunikasi tumbuh 5,83% yang ditopang mobilitas masyarakat serta berbagai kegiatan pertunjukan dan olahraga.

Di sisi investasi, pertumbuhan PMTB didorong oleh subkomponen kendaraan yang meningkat 12,96%, baik dari produksi domestik maupun impor. Kinerja tersebut sejalan dengan realisasi investasi berdasarkan data BKPM yang tumbuh 7,59%.

Adapun konsumsi pemerintah mencatatkan pertumbuhan paling tinggi dari seluruh komponen pengeluaran, yakni 8,95%. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai, terutama gaji dan tunjangan ASN, serta belanja barang dan jasa.

"Peningkatan realisasi belanja barang dan jasa terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat di antaranya program makan bergizi gratis atau MBG," tutupnya.