Di samping aspek kuantitas dan ketersediaan air, perlu juga dilakukan kajian tambahan dari aspek kualitas air, baik terkait kualitas air yang dibutuhkan untuk sistem pendinginan data center maupun kualitas air buangan (blowdown) yang dihasilkan dari proses pendinginan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa air yang digunakan memenuhi persyaratan kualitas yang diperlukan oleh sistem pendinginan.

"Dan bahwa air buangan yang dihasilkan dapat dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan perairan," tambahnya.

Sebelumnya, Gubenur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM buka suara soal kekhawatiran kebutuhan air untuk pusat data berbasis artificial intelligence (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Dia menegaskan kebutuhan air proyek tersebut harus dihitung sejak awal agar tidak mengganggu alokasi air untuk sektor pertanian.

Proyek tersebut punya nilai investasi sebesar Rp 3,5 triliun yang dibangun di atas lahan 8.000 meter persegi dengan kawasan pengembangan mencapai 11 hektare. Pusat data tersebut memiliki kapasitas daya listrik hingga 120 megawatt (MW), dengan kapasitas pengembangan mencapai 640 MW.