NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Rabu (4/11/2026) di zona positif. IHSG naik 0,32% ke level 4.919,77. Kenaikan indeks ditopang oleh saham BBCA yang menguat 1,86%, ASII naik 3,16%, dan BBRI bertambah 1,13%.

Namun, sejumlah saham masih berada di bawah tekanan. BRPT terkoreksi 6,70%, disusul BRMS yang turun 6,67% dan AMMN melemah 1,46%.

Aktivitas investor asing menunjukkan pembelian bersih sebesar Rp264,64 miliar di pasar reguler. Jika dihitung di seluruh pasar, investor asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp257,94 miliar.

Dari 11 sektor yang diperdagangkan, hanya tiga sektor yang berhasil menguat. Basic Industry menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,91%. Sebaliknya, Technology mencatatkan penurunan paling dalam, yakni 1,53%.

Meski IHSG berakhir menguat, mayoritas saham justru masih terkoreksi. Sebanyak 509 saham melemah, berbanding 224 saham yang menguat. Kondisi ini memperlihatkan bahwa penguatan indeks masih lebih mengarah pada rebound teknikal dan belum menunjukkan pemulihan yang merata di pasar saham.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat kompak ditutup di zona hijau. Dow Jones naik 3,03% ke level 53.356, S&P 500 menguat 1,58% ke posisi 7.688, dan Nasdaq bertambah 1,44% ke level 25.736. ETF EIDO dan indeks MSCI Indonesia juga mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 1,97% dan 0,78%.

BRMS menyiapkan peningkatan produksi emas dalam beberapa tahun ke depan. Emiten pertambangan ini membidik produksi lebih dari 90.000 ons pada 2027, naik dari target tahun ini yang berada di kisaran 65.000-70.000 ons.

Target tersebut sejalan dengan rencana pengoperasian tambang emas bawah tanah pada semester II 2027. Tambang baru ini memiliki kadar emas rata-rata di atas 3,2 gram per ton (g/t), lebih dari dua kali lipat dibandingkan tambang terbuka yang saat ini memiliki kadar sekitar 1,5 g/t.

Sepanjang 2026, produksi bijih BRMS masih sepenuhnya mengandalkan tambang terbuka dengan kadar emas relatif rendah. Pada kuartal III 2026, produksi emas tercatat sekitar 16.700 ons. Perseroan pun menargetkan produksi lebih dari 25.000 ons pada kuartal IV 2026.