NADIKABAR.COM — Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat strategi inovasi daerah untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029. Upaya ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Strategi Kebijakan Daerah untuk Penguatan Inovasi Daerah di Gedung Bina Graha Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan, Rabu (21/10).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BSKDN, Raden Gani Muhamad mengatakan pencapaian target pertumbuhan ekonomi membutuhkan peningkatan kapasitas produksi dan produktivitas secara berkelanjutan. Dalam hal ini, pemerintah daerah (Pemda) berperan penting melalui perbaikan pelayanan usaha, penyediaan infrastruktur dasar, pengembangan tenaga kerja, dan penguatan ekonomi lokal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, ekonomi Sumatera Utara tumbuh 5,06 persen.

Capaian tersebut menjadi modal bagi daerah untuk memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, percepatan tetap diperlukan melalui program dan investasi yang sesuai dengan potensi serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Raden Gani menekankan, inovasi daerah perlu berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menambah jumlah program atau aplikasi. Penyederhanaan layanan, perbaikan rantai pasok, dan pengembangan usaha yang terhubung dengan kebutuhan pasar, misalnya, dapat membantu menekan biaya usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperluas kesempatan kerja.