NADIKABAR.COM — Mengonsumsi buah memang baik bagi kesehatan. Buah kaya akan vitamin, mineral, dan zat alami yang diperlukan tubuh. Beberapa orang memilih mengonsumsinya dengan cara di jus atau dimakan langsung.

Sayangnya, belum banyak orang yang tahu bahwa kedua cara tersebut mempunyai perbedaan nutrisi. Ada anggapan bahwa nutrisi dari jus lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan buah utuh. Padahal, hal itu belum tentu benar.

Buah yang dibuat menjadi jus menggunakan mesin pemeras akan membuat sebagian besar serat yang ada di buah tertinggal bersama ampasnya. Hal inilah yang membuat kandungan serat dan senyawa tumbuhan bagi tubuh berkurang.

Mengutip dari Mayo Clinic, diet jus atau juice cleanse adalah pola makan yang hanya mengandalkan jus buah dan sayuran segar dalam jangka waktu tertentu. Ada yang percaya bahwa diet ini mampu membuang racun, menurunkan berat badan, dan melancarkan pencernaan.

Namun, hingga kini belum ada bukti yang memvalidasi manfaat tersebut. Justru, diet jus bisa membuat tubuh kekurangan nutrisi dan kurang efektif dalam mengontrol berat badan.

Mengapa buah utuh lebih sehat dibanding jus buah?

Mengonsumsi jus buah terlalu banyak bisa meningkatkan berbagai risiko kesehatan. Efeknya tergantung dari seberapa banyak dan sering mengonsumsinya serta jenis buah yang digunakan.

Penelitian dari Harvard menemukan bahwa rutin meminum satu porsi jus buah setiap harinya bisa meningkatkan risiko diabetes hingga 21 persen. Jus lebih cepat diserap tubuh sehingga kadar gula darah dan insulin melonjak lebih besar setelah dikonsumsi.

Menariknya, penelitian tersebut justru menemukan bahwa mengonsumsi sekurang-kurangnya dua porsi buah utuh per minggu bisa menurunkan risiko diabetes hingga 23 persen. Buah yang dikaitkan dengan penurunan risiko tersebut adalah blueberry, anggur, dan apel.

Mengutip dari WebMD, kandungan kalori yang tinggi dalam jus bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Segelas jus berukuran sekitar 240 ml mengandung 100 sampai 180 kalori.

Mengonsumsinya secara berlebihan bisa memicu kenaikan berat badan. National Health Service (NHS) menyarankan tidak meminum jus dan smoothie lebih dari 150 ml per hari. Lebih baik memakan buah utuh yang kaya akan serat yang bisa membuat rasa kenyang lebih tahan lama.

Selain itu, jus buah mempunyai lebih sedikit serat dan protein apabila ampasnya dibuang. Padahal, serat memiliki khasiat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan dan kandungan proteinnya bisa menjaga kesehatan tulang dan darah.