"Di sini kita kasih ke tiga tempat, kita bagi-bagi. Ada yang kita kasih 10 karung, ada yang lima, sisanya kita kasih 10 karung. Tapi ya kadang mereka juga bayarnya lama kan, baru bulan depan di bayar," paparnya lagi.
Selain limbah ampas padat, air sisa olahan kedelai juga dimanfaatkan dan dibeli oleh para peternak sapi perah di sekitar lokasi. Air sisa olahan tersebut dinilai memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk menjaga stamina serta meningkatkan produksi susu pada induk sapi yang sedang menyusui.
"Airnya (sisa olahan kedelai) buat sapi. Buat susu, kalau sapinya lagi menyusui itu air bagus. Pakai air itu buat minumnya sapi," tambahnya.
Kombinasi hasil penjualan ampas dan air limbah olahan kedelai inilah yang menjadi penyambung napas bagi usaha Sudiarto di tengah gempuran kenaikan harga bahan baku impor.