Teuku Riefky berharap Pandi dapat mengambil peran dalam implementasi 8 Asta Ekraf, yang menjadi kerangka pengembangan ekonomi kreatif pemerintah. Delapan agenda tersebut meliputi Ekraf Data, Ekraf Bijak, Talenta Ekraf, Infra Ekraf, Sinergi Ekraf, Pasar Ekraf, Dana Ekraf, dan Ekraf Kaya.
Menurutnya, salah satu ruang kolaborasi yang terbuka adalah Sinergi Ekraf. Program ini dirancang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, media, hingga lembaga keuangan.
"Dari Asta Ekraf, kami memiliki Program Sinergi Ekraf yang mana bisa melakukan matchmaking antara berbagai stakeholder dalam ekosistem ekonomi kreatif secara heksaheliks, baik dari pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, media, dan lembaga keuangan," kata Teuku Riefky.
Dia menilai posisi Pandi di bidang teknologi dan identitas digital dapat disinergikan dengan ratusan mitra strategis Kementerian Ekonomi Kreatif.
Kolaborasi tersebut berpotensi mempertemukan kebutuhan pelaku IP dengan infrastruktur dan ekosistem digital, sehingga karya kreatif tidak berhenti sebagai produk budaya, tetapi dapat dikembangkan menjadi aset ekonomi yang memiliki jangkauan pasar lebih luas.