Pada versi replika, Kelme secara spesifik mencantumkan teknologi moisture wicking dan quick drying. Teknologi moisture wicking membantu memindahkan keringat dari permukaan kulit menuju permukaan kain. Setelah itu, keringat dapat menguap melalui sirkulasi udara sehingga material lebih cepat kering.

Sederhananya, teknologi ini membuat keringat tidak terlalu lama menempel di tubuh. Bagi pemain sepakbola yang terus berlari selama pertandingan, kemampuan tersebut dapat membantu menjaga kenyamanan ketika intensitas permainan meningkat. Kelme juga menyebut material jersey memiliki karakter ringan, elastis dan fleksibel sehingga tidak terlalu membatasi gerakan pemain.

Teknologi lainnya yang menarik adalah penggunaan micro-perforation atau lubang-lubang mikro pada area tertentu jersey. Kelme menyebut ventilasi maksimal pada produknya dibantu oleh micro-perforation yang ditempatkan secara strategis. Tujuannya adalah meningkatkan sirkulasi udara dan membantu proses pengeluaran keringat.

Lubang tersebut berukuran sangat kecil sehingga tidak selalu terlihat jelas dari jauh. Konsepnya mirip ventilasi pada pakaian olahraga lainnya, yakni memberikan jalur bagi udara untuk bergerak tanpa harus membuat seluruh permukaan kain berlubang.

Teknologi jersey Timnas juga tidak berhenti pada material. Pada versi player issue, Kelme menggunakan pola ergonomis 3D yang dioptimalkan berdasarkan data ukuran pemain Timnas Indonesia. Pola tersebut dirancang untuk menghasilkan kecocokan yang presisi pada bagian bahu, torso dan kaki. Polanya juga dibuat mengikuti gerakan tubuh ketika pemain melakukan aktivitas berintensitas tinggi.