Babak Zanjani sendiri disebut menjadi tokoh kunci dalam jaringan penghindaran sanksi Iran. Ia sempat dijatuhi hukuman mati oleh otoritas Iran pada tahun 2016 karena penggelapan, kemudian mendapat remisi pada tahun 2024 dan muncul kembali sebagai tokoh pendukung proyek-proyek ekonomi Iran.
Penetapan sanksi AS ini menjadi bagian dari Operasi Pengasingan Ekonomi yang dijalankan Washington. Operasi ini bertujuan mengisolasi Iran secara ekonomi serta mengganggu jaringan keuangan, perdagangan, dan logistik global negara tersebut.
Strategi tersebut menyasar perdagangan minyak ilegal Iran, perantara keuangan, rumah penukaran valuta asing, perusahaan pelayaran dan penerbangan, serta perusahaan fiktif. Selain itu, AS juga menjatuhkan sanksi kepada Pishtaz Simorgh Electronic Trade Company dan tiga rekan dekat Zanjani, yakni Hossein Ali Zaker Hossein, Mohammad Mahdi Zaker Hossein, dan Seyed Adel Heidari.