Angka investasi ini disebut masih bisa meningkat secara signifikan melampaui angka US$ 2,5 miliar setelah dana kelolaan aktif dialokasikan modal ke pasar. Kondisi ini juga membantu menghidupkan kembali minat asing terhadap saham Vietnam.

Investor luar negeri diketahui membeli saham senilai 2,7 triliun dong di Bursa Efek Ho Chi Minh utama pada pekan 14 hingga 18 September. Namun mereka tetap menjadi penjual bersih sekitar 91 triliun dong sepanjang tahun ini.

Adapun pada bulan Agustus, FTSE mengidentifikasi 27 saham Vietnam yang memenuhi syarat untuk masuk dalam klasifikasi Indeks FTSE Global All Cap, termasuk nama-nama besar seperti konglomerat Vingroup, perusahaan teknologi FPT dan perusahaan pembuat baja Hoa Phat Group.

SSI Research memperkirakan arus dana ETF pada tahap pertama akan banyak masuk ke saham bank swasta VPBank, pengembang Vinhomes, FPT, dan Hoa Phat. Namun, Vingroup diperkirakan justru mengalami arus dana keluar bersih sekitar US$28 juta.

Pasalnya, penjualan dari ETF yang sudah ada diperkirakan lebih besar dibandingkan pembelian saham Vingroup akibat kenaikan peringkatnya, menurut SSI Research.